Kesalahan yang Bisa Diterima di Dalam Bisnis pada Masa Pandemi

Kabar terbaru dari pemerintah Indonesia terkait penanganan pandemi Covid19 menyebutkan bahwa proses vaksinasi massal untuk mayarakat membutuhkan waktu sekitar 15 bulan sedangkan untuk seluruh dunia selama 3,5 tahun. Informasi tersebut memberi pesan bahwa proses recovery bisnis membutuhkan waktu lebih lama dari proses vaksinasi tersebut. Kabar ini bisa bisa jadi merupakan kabar gembira namun juga bisa dipahami sebagai keyataan pahit yang harus dijalani oleh para pelaku bisnis. Sebagai kabar gembira, informasi ini memberikan kepastian mengenai kapan kira-kira pandemi ini akan berakhir. Namun informasi ini juga merupakan keyataan pahit bagi pelaku bisnis karena mereka harus bisa survive minimal 15 bulan lagi.

Selama masa ketidakpastian kondisi bisnis ini, para pelaku bisnis tentu saja tidak bisa tinggal diam. Mereka akan selalu mencari jalan keluar melakukan inovasi agar bisnis dapat terus bertahan. Namun karena kondisi yang tidak pasti maka berbagai macam usaha tentu memiliki potensi kesalahan atau kegagalan. Bagi pengusaha kesalahan atau kegagalam merupakan sesuatu yang biasa. Namun yang harus diperhatikan tidak semua kesalahan dan kegagalan itu dapat dipandang sama. Para pelaku bisnis perlu memahami kesalahan-kesalahan yang bisa ditolerir dan kesalahan-kesalahan yang tidak bisa diterima. Beberapa kesalahan yang dapat diterima terkait dengan usaha untuk bisa bertahan di dalam kondisi pandemi ini diantaranya.

Pertama, kegagalan karena mengeksploitasi peluang. Sebagaimana dipahami bersama, kondisi bisnis di masa pandemi ini hampir tidak bisa diprediksikan, Jika para pelaku bisnis atau karyawan melihat peluang yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan, kemudian melakukan terobosan dan kemudian gagal, amak kesalahan tersebut termasuk kesalahan yang bisa diterima. Namun jika eksploitasi peluang tersebut didasarkan pada terobosan dengan data masa lalu, tentu kegagalan yang terjadi tidak bisa diterima, karena data masa Lalu tidak mencerminkan realitas masa depan apalagi di masa pandemi ini.

Kedua, kesalahan atau kegagalan yang bisa ditolerir adalah kesalahan yang terjadi setelah berusaha sungguh-sungguh dan dengan niat tulus ikhlas. Di dalam keseharian bisnis, seringkali kita jumpai terjadinya kesalahan atau kegagalan karena ada informasi yang disembunyikan atau sengaja di misled oleh sesama anggota team. Kesalahan ini tentu tidak bisa diterima, dan yang sengaja melakukan pantas mendapat konsekuensi yang setimpal. Agar tidak terjadi hal tersebut maka manajemen perlu memastikan bahwa setiap orang bekerja dengan tulus dan ikhlas serta profesiona. Informasi yang ada pada masing-masing anggota tim diusahakan agar dapat tersimpan dalam warehouse data sehingga semua anggota tim dapat mengaksesnya. Selain itu manajemen perlu memastikan bahwa setiap aktivitas baik itu pengumpulan informasi, diskusi, pembahasan, dan rapat-rapat perlu ada dokumentasi dan notulensi sehingga kronologis proses pengembangan terobosan bisnis bisa diketahui oleh semua pihak yang berkepentingan.

Ketiga, jika usaha yang dilakukan telah dipersiapkan berdasarkan data yang valid maka kesalahan atau kegagalan yang terjadi bisa ditolerir. Oleh karena itu perlu dipastikan bahwa setiap usaha dilakukan melalui perencanaan yang matang. Langkah tersebut bisa dimulai dengan memahami trend dan realitas yang terjadi saat ini atau masa mendatang dengan menggunakan data yang valid. Selanjutnya dipastikan solusi yang ditawarkan berdasarkan akar permasalah yang ada sehingga rekomendasi yang dihasilkan memiliki daya eksekusi yang tinggi dan berdampak besar bagi peningkatan kinerja perusahaan. Misalnya saja mengacu pada data perubahan perilaku konsumen atau melakukan ujicoba pasar sebelum scaling up.

Keempat, melakukan terobosan bisnis setelah dilakukan eksperimen yang baik. Jika usaha yang dilakukan telah berdasarkan eksperimen yang matang dan masih menemui kegagalan, kita bisa memaklumi hal tersebut. Namun jika kita melakukan terobosan bisnis berdasarkan pengalaman pribadi atau melihat keberhasilan orang lain atau mendasarkan langkah-langkah bisnis dari hasil riset yang jauh dari realitas, dan kemudian ternyata gagal maka kesalahan tersebut tidak dapat diterima.



Categories: artikel

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: