Membangun Iklim Berwirausaha di Universitas (Belajar dari Massachusetts Institute of Technology)

The entrepreneurial ecosystem in Spain is increasingly consolidated,  according to South Summit and IE University - newsbinding
sumber: newsbiding.com

Massachusetts Institute of Technology (MIT) terkenal sebagai gudangnya para pengusaha muda. Setiap tahun tercatat 900 perusahaan baru lahir dari rahim institut ini. Jumlah tersebut termasuk yang paling tinggi dibanding univeritas lain di dunia. Apa yang menyebabkan MIT begitu sukses mencetak para pegusaha baru? Rahasianya ternyata ada pada kapabilitas dan spirit yang dimiliki.

MIT memiliki budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun dari para alumninya untuk menciptakan usaha baru. Para alumni tersebut kemudian menjadi role model bagi generasi di bawahnya utuk mengikuti jejak para seniornya. Contoh nyata tersebut yang menjadikan para mahasiswa merasa bahwa mereka pun bisa melakukan hal yang sama karena para senior mereka juga tidak berbeda dari segi kemampuan dari mereka.

Atmosfer yang terbangun di kampus benar-benar mendukung para mahasiswa untuk mencoba bisnis baru secara mandiri. Keberanian mengambil risiko, inisiatif untuk melakukan inovasi, dan sikap proaktif diasah di kelas-kelas pengajaran, ekstra kurikuler, program temu alumni dan jejaring bisnis. Para mahasiswa juga digembelng secara mental dan mendapat dukungan sosial untuk senantasa belajar dari sesama mereka. Selain itu para mahasiswa juga difasilitas untuk belajar dari para alumni yang sekaligus menjadi mentor mereka.

MIT telah memiliki ekosistem kewirausahaan yang telah terbukti mampu mencetak para pengusaha baru. Secara umum faktor-faktor yang menjadikan MIT mampu mencetak para pengusaha baru dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Role model. Adanya para alumni yang telah sukses dalam berbisnis menjadi role model bagi mahasiswa untuk mengikuti jejak mereka. Keberhasilan para alumni dalam berbisnis menjadi penyemangat para mahasiswa yang memiliki minat untuk berwirausaha.
  2. Semangat belajar. Semangat yang muncul melihat para alumni yang sukses tersebut menjadikan para pelajar giat untuk menimba ilmu, terutama terkait dengan kewirausahaan. Mereka berharap dengan ilmu tersebut, kelak di kemudian hari, dapat digunakan untuk merealisasikan cita-cita mereka untuk menjadi pengusaha sukses.
  3. Kesempatan aplikasi. Program pembelajaran di MIT didesain agar para mahasiswa memiliki kesempatan untuk menerapkan hasil pembelajarannya di setiap kelas dan kegiatan pembelajaran. Jika mengalami hambatan atau kesulitan, para instruktur akan mendorong mereka untuk terus belajar dan menemukan jawaban bersama atas masalah tersebut.
  4. Mentoring. MIT memiliki tim mentoring yang yang handal. Terdiri dari para alumni yang secara sukarela mau membimbing para mahasiswa dan memberikan challange sehingga konsep atau model bisnis yang sedang dikembangkan bisa dikomersialisasi. Mekanisme ini menjadikan gagasan dari para mahasiswa terus mengalami peningkatan kualitas hingga sampai pada saatnya model bisnis tersebut benar-benar di-launching.
  5. Apresiasi kesuksesan. Proses launching bisnis baru merupakan tahapan yang paling krusial, karena prototye bisnis benar-benar diujicoba kekuatannya oleh alam bisnis yang sesungguhnya. Bagi yang mampu membuktikan bahwa bisnisnya bisa bertahan dan bahkan terus berkembang, maka MIT memberikan apresiasi dan memasukkan mereka menjadi bagian dari alumni yang dihormati dan dibanggakan dalam jaringan kominitas pengusaha yang dimiliki.

Demikianlah ekosistem kewirausahaan yang dimiliki oleh MIT. Model ekosistem ini bisa diadpsi okeh universitas atau insitute yang memiliki visi menjadikan lembaganya unggul dalam bidang kewirausahaan. Selain itu model ekosistem ini juga bisa diadaptasi untuk organisasi sosial atau kemasyarakat lain yang memiliki visi memajukan ekonomi masyarakat.



Categories: artikel

Tags: , , , , , , , , , ,

%d bloggers like this: